Dikala hujan datang
Menghembus berjuta omongan
Berbincang dibalik rintik air
Matanya berlenggok lenggok
melihat sang buah bibir berada
Aku berdiri
Tersipu menahan deru
Saat seseorang berderu
Harus ya aku melihat seseorang
yang selalu melihat ku dari belakang?
Harus ya kutenun omongan mereka yang mencaci?
Yang membuat hati berlari lari
Yang membuat otak mendidih
Harus yaa?
Jika itu pandanganmu
Kuharap jangan ganggu pandanganku
Jangan halangi sesuatu yang bukan masalahmu
Karena tak semua yang kamu fikir akan jadi fikiranku
Apa yang kau cari
Seperti sensasi?
Atau sebuah pentas seni?
Yang kau mainkan dalam duniamu
Yang kau berikan untuk hidupmu
Lalu apa yang kau mau?
Jangan pernah bertanya tentang dirimu
Jika kamu tak pernah menyadari orang lain dalam hidupmu
Yang kau beri air liur
Lihatlah orang orang yang mujur
Mereka punya hati yang subur
Bukan seperti kau yang tak mau jujur
Jangan pernah menyebut
Sebelum orangnya membuka mulut
Bisa jadi anda salah sebut
Padahal awalnya cuma manggut-manggut
Malah jadi situasi semraut
Sobat ini diriku
Hidupku bukan hidupmu
Matahari selalu membuka hariku
Tak ada yang melarang tentang usahaku
ini kerja kerasku
Kritikmu ,kritikku
Tak perlu repot
Tak perlu banyak semprot
Biarlah jiwa ini berkreasi tanpa sang bekicot
Ini jiwaku
Kalau tak mau
Apa urusanmu?
Harus ya?? sepertinya??
Kamis, 11 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar